Mengapa Resep Kacamata Bisa Berubah? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Klinik Mata Jakarta – Salah satu indra terpenting, mata memungkinkan kita untuk melihat dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Namun, kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya dengan benar dapat menurun seiring waktu akibat faktor genetik atau gaya hidup. Sangat penting untuk menyadari bahwa perubahan penglihatan tidak boleh dianggap remeh. Kelainan refraksi seperti minus matadapat menyebabkan sejumlah gejala […]

Klinik Mata Jakarta – Salah satu indra terpenting, mata memungkinkan kita untuk melihat dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Namun, kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya dengan benar dapat menurun seiring waktu akibat faktor genetik atau gaya hidup. Sangat penting untuk menyadari bahwa perubahan penglihatan tidak boleh dianggap remeh. Kelainan refraksi seperti minus matadapat menyebabkan sejumlah gejala yang mengganggu, seperti mata lelah, penglihatan kabur, dan sakit kepala kronis, jika tidak ditangani. Baik saat Anda sedang belajar, bekerja di depan layar komputer, atau mengemudi di malam hari, kondisi-kondisi ini pasti akan secara langsung mempengaruhi produktivitas harian Anda.

Sayangnya, banyak orang masih ragu atau menunda untuk memeriksakan mata mereka. Namun, salah satu langkah awal terpenting untuk menghentikan penurunan penglihatan lebih lanjut adalah mengetahui resep kacamata Anda secara tepat. Hal ini untuk memastikan kesehatan penglihatan Anda dan mendapatkan resep yang akurat untuk koreksi penglihatan yang diperlukan.

Mengenali Kelainan Refraksi dan Resep Kacamata

Resep kacamata atau lensa kontak didasarkan pada kondisi medis yang disebut kelainan refraksi. Proses di mana cahaya dibiaskan saat melewati kornea dan lensa mata untuk tepat jatuh pada retina dikenal sebagai refraksi. Lapisan sel saraf di bagian belakang mata yang disebut retina mengubah cahaya menjadi impuls listrik yang dikirimkan ke otak. Cahaya tidak dapat difokuskan secara tepat pada retina jika kornea memiliki kelengkungan yang tidak rata atau jika bola mata terlalu panjang atau terlalu pendek. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur. Resep kacamata yang diperlukan kemudian ditentukan dengan mengukur derajat kelainan ini menggunakan satuan diopter (D).

Jenis-Jenis Kelainan Refraksi yang Dipengaruhi Ukuran Mata

Orang umumnya mengalami salah satu dari beberapa bentuk utama kelainan refraksi. Setiap kondisi memerlukan jenis lensa korektif yang berbeda:

Rabun Jauh atau Miopia

Minus mata terjadi ketika kornea terlalu melengkung atau bola mata lebih panjang dari biasanya. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata terfokus di depan retina, bukan tepat di atasnya. Oleh karena itu, objek yang jauh akan tampak kabur, namun objek yang dekat terlihat jelas. Resep kacamata untuk kondisi ini ditandai dengan simbol minus (-).

Baca Juga: Cara Beradaptasi dengan Buta Warna agar Tetap Produktif dan Percaya Diri

Rabun Dekat atau Hiperopia

Hiperopia, kebalikan dari miopia, disebabkan oleh bola mata yang terlalu pendek atau kornea yang terlalu datar. Cahaya yang masuk ke mata difokuskan tepat di retina. Meskipun objek jauh mungkin tampak lebih tajam, orang dengan kondisi ini biasanya kesulitan memfokuskan pandangan pada objek yang dekat (seperti saat membaca buku atau menatap layar ponsel pintar). Tanda plus (+) menunjukkan nilai resep untuk kondisi ini.

Astigmatisme

Ketika kornea atau lensa mata tidak berbentuk bulat sempurna melainkan menyerupai bola rugby, kondisi ini disebut astigmatisme. Akibat bentuk yang tidak rata ini, cahaya difokuskan pada beberapa titik di retina, baik di depan maupun di belakangnya. Akibatnya, penglihatan tampak terdistorsi atau kabur pada semua jarak. Astigmatisme seringkali terjadi bersamaan dengan hiperopia atau miopia.

Hiperopia Terkait Usia atau Presbiopia

Hilangnya kemampuan mata secara bertahap untuk memfokuskan pandangan pada objek dekat, yang dikenal sebagai presbiopia, merupakan proses penuaan alami yang biasanya mulai terlihat pada usia 40 tahun ke atas. Presbiopia disebabkan oleh berkurangnya elastisitas lensa mata, berbeda dengan hiperopia yang disebabkan oleh bentuk bola mata. Lensa progresif atau kacamata baca khusus umumnya diperlukan bagi penderita presbiopi.

Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami minus mata atau rabun jauh.

VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.

VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.