Kenali Risiko Operasi Laser Mata untuk Mengurangi Mata Minus Sedikit

Klinik Mata Jakarta – LASIKmata adalah prosedur bedah refraktif yang menggunakan laser untuk memperbaiki masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Mata adalah salah satu organ tubuh paling vital yang memengaruhi hampir seluruh aktivitas harian kita. Sayangnya, banyak orang di seluruh dunia mengalami gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), atau […]

Klinik Mata Jakarta – LASIKmata adalah prosedur bedah refraktif yang menggunakan laser untuk memperbaiki masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Mata adalah salah satu organ tubuh paling vital yang memengaruhi hampir seluruh aktivitas harian kita. Sayangnya, banyak orang di seluruh dunia mengalami gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), atau mata silinder (astigmatisme). Kondisi ini membuat mereka harus bergantung pada alat bantu penglihatan, baik itu kacamata maupun lensa kontak, untuk dapat melihat dengan jelas.

Meskipun kacamata dan lensa kontak sangat membantu, penggunaannya terkadang membatasi ruang gerak, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga, bekerja di lapangan, atau sekadar ingin bebas dari rutinitas perawatan lensa kontak. Seiring dengan kemajuan teknologi medis, prosedur bedah refraktif hadir sebagai solusi jangka panjang yang sangat diminati, dan salah satu yang paling populer di dunia adalah LASIK.

Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah ini, tetapi bagi kamu yang masih bertanya-tanya tentang apa itu lasik mata, prosedur ini pada dasarnya adalah operasi laser yang bertujuan untuk memperbaiki bentuk kornea secara permanen. Keputusan untuk menjalani prosedur ini tentu membutuhkan pertimbangan yang matang, mulai dari pemahaman tentang prosedurnya, risiko, hingga masa pemulihannya. Nah, jika kamu tertarik untuk membebaskan diri dari kacamata dan ingin memahami lebih dalam tentang tindakan medis ini, mari kita bahas secara tuntas dan komprehensif mengenai serba-serbi operasi LASIK di bawah ini!

Gangguan Refraksi yang Bisa Diatasi LASIK

  • Miopia (Rabun Jauh): Kesulitan melihat objek yang jauh karena kelengkungan kornea yang terlalu cembung.
  • Hipermetropia (Rabun Dekat): Kesulitan memfokuskan pandangan pada objek yang dekat karena kornea terlalu datar.
  • Astigmatisme (Mata Silinder): Penglihatan kabur atau berbayang pada semua jarak akibat bentuk kornea yang tidak simetris.

Syarat dan Kandidat yang Tepat untuk LASIK

Meskipun tingkat keberhasilan operasi ini sangat tinggi, perlu diketahui bahwa tidak semua orang bisa atau boleh menjalani operasi LASIK. Evaluasi prabedah sangatlah ketat untuk memastikan keselamatan pasien dan hasil yang optimal. Jika kamu tertarik untuk melakukan tindakan ini, ada beberapa kriteria umum yang biasanya harus dipenuhi. Pertama, faktor usia. Sebagian besar klinik dan dokter mata mengharuskan pasien berusia minimal 18 tahun, namun banyak juga yang menyarankan untuk menunggu hingga usia 21 tahun.

Baca Juga: Apakah Minus 0,25 Harus Pakai Kacamata? Ketahui Faktanya

Hal ini dikarenakan sebelum usia tersebut, mata masih bisa tumbuh dan ukuran kacamata (resep mata) masih sangat mungkin berubah.

  • Resep mata yang stabil adalah kunci; dokter umumnya meminta bukti bahwa ukuran minus, plus, atau silinder kamu tidak mengalami perubahan yang signifikan selama setidaknya satu hingga dua tahun terakhir.
  • Kedua, ketebalan dan kesehatan kornea. Karena prosedur ini melibatkan pengikisan sebagian jaringan kornea, mata kamu harus memiliki ketebalan kornea yang cukup. Jika kornea terlalu tipis atau memiliki kelainan bentuk bawaan seperti keratokonus, maka operasi tidak dapat dilakukan karena berisiko menyebabkan penipisan kornea yang berbahaya (ektasia). Ketebalan ini akan diukur menggunakan alat khusus bernama pachymeter pada saat pemeriksaan awal.
  • Ketiga, kondisi kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan. Pasien yang memiliki riwayat penyakit autoimun (seperti lupus atau rheumatoid arthritis) biasanya tidak disarankan menjalani LASIK karena penyakit tersebut dapat menghambat proses penyembuhan jaringan. Selain itu, ibu yang sedang hamil atau menyusui juga tidak diperkenankan melakukan operasi ini karena perubahan hormon dapat mempengaruhi bentuk kornea dan produksi air mata sementara waktu. Kondisi mata seperti glaukoma, katarak, peradangan mata akut, atau sindrom mata kering (dry eye syndrome) yang parah juga menjadi kontra indikasi untuk tindakan ini.

Apakah Anda dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan mata? Segera kunjungi Vio Optical Clinic. VIO Optical Clinic adalah Eyecare yang profesional dan juga terpercaya yang selalu ada untuk membantu Anda dan keluarga meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik melalui layanan Vision Therapy, salah satunya adalah terapi Ortho K (Orthokeratology) untuk terapi pengobatan dan mengurangi tingkat minus seseorang yang mengalami mata minus atau rabun jauh.

VIO Optical Clinic sudah didirikan sejak tahun 2013 terletak di Harapan Indah dan Grand Galaxy City – Bekasi dan berada di bawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine yang berpengalaman. Selain itu, juga mendapatkan sertifikasi oleh Fellow American Academy of Optometry (FAAO) serta memiliki spesialisasi di bidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) yang memiliki kualitas skala internasional. Tidak hanya Dokter Optometri, VIO Optical Clinic juga bekerja sama dengan para Dokter Spesialis Mata yang juga siap membantu Anda dan keluarga untuk menangani berbagai permasalahan pada mata.

VIO Optical Clinic juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh dengan peralatan medis canggih yang lengkap. Jadi, percayakan kesehatan mata Anda dan/ keluarga bersama layanan kesehatan mata dari Vio Optical Clinic. Dan jangan lupa kunjungi juga channel kami VIO OPTICAL Clinic untuk melihat lebih dekat profesionalitas kami dalam perawatan kesehatan mata keluarga Indonesia.